Kultur Sekolah
Nama:Mauliza Dhea (11901085)
Kelas:PAI 3A
Pengertian kultur
Geertz (Kuper, 1998) mendefinisikan kebudayaan merupakan suatu sistem makna dan simbol yang ditata, dengan pengertian dimana individu dapat mendefinisikan budayanya, menyatakan perasaan dan memberikan penilaian-penilaiannya; sesuatu yang berbentuk pola makna yang ditransmisikan secara historikyang diwujudkan dalam bentuk simbolik melalui sarana dimana orang-orang dapat mengkomunikasikan, mengabadikan, serta mengembangkan pengetahuan dan sikap-sikapnya ke ranah kehidupan; suatu kumpulan alat yang berbentuk simbolik untuk mengatur perilaku, dengan sumber informasi yang ekstrasomatik.
Budaya merupakan sebuah sistem yang memiliki makna yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi pengembangan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan untuk mengatur tata cara berprilaku, menyatakan perasaan serta melakukan penilaian-penilaian terhadap lingkungannya. Dalam hal ini budaya berperan sebagai sarana informasi dimana dengan budaya setiap individu dapat mendefinisikan budaya yang telah tertata dalam dirinya yang dapat dikembangkan dan sebagai alat untuk berkomunikasi. Dengan kebudayaan setiap individu dapat mengatur pola tingkah laku dalam kehidupan.
Pengertian Kultur Sekolah
Menurut Deal and Peterson yang dikutip oleh Ariefa Efianingrum (2013: 22) sekolah berperan untuk mentransfer kebudayan dari generasi ke generasi yang harus memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum karena kebudayaan yang berkembang disekolah memiliki pola prilaku tertentu dan merupakan bagian dari masyarakat luas yang memiliki ciri khas sebagai sub-kebudayaan. Sekolah juga merupakan salah satu institusi sosial yang dapat berpengaruh terhadap proses sosialisasi serta memiliki fungsi untuk mewarisi kebudayaan dalam masyarakat kepada anak (Ariefa Efianingrum, 2009: 16-17). Dengan demikian sekolah bukan hanya sebagai wadah untuk menampung siswa dalam menuntut ilmu akan tetapi berfungsi untuk mentransfer kebudayaan yang berkembang di masyarakat kepada anak namun harus memperhatikan kondisi masyarakat serta kebudayaan umum karena kebudayaan yang berkembang luas memiliki pengaruh besar terhadap pola prilaku sebagai suatu ciri khas dari masyarakat sekitar terhadap proses sosialisasi dan pola tingkah laku anak.
Menurut Antropologi (Koentjaraningrat, 2003: 72) kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.
Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Oleh karena itu, suatu kultur secara alami akan diwariskan oleh suatu generasi kepada generasi berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang didesain untuk memeperlancar proses transmisi kultural antar generasi tersebut (Ariefa Efianingrum, 2009: 21).
Menurut Farida Hanum (2013: 194) setiap sekolah memiliki keunikan budaya yang berbeda-beda yang melekat dalam tradisi dan ritual sejarah (history) dan pengalaman sekolah. Untuk itu pemahaman sekolah akan kultur sekolah akan sangat penting yang merupakan pembeda dari sekolah satu dengan yang lainnya dan dapat dijadikan sebagai keunggulan ataupun kekurangan sekolah dengan harapan akan terus diperbaiki. Seperti yang dikemukakan oleh Goodlad (Farida Hanum 2013: 193) sekolah memiliki kultur yang harus dipahami dan harus dilibatkan dalam mengadakan perubahan sehingga tidak hanya sebuah kosmetik (perubahan yang mementingkan dari segi fisik).
Setiap sekolah memiliki budaya sekolah yang berbeda dan mempunyai pengalaman yang tidak sama dalam membangun budaya sekolah. Perbedaan pengalaman inilah yang menggambarkan adanya “keunikan” dalam dinamika budaya sekolah.
kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas internal-latar, lingkungan, suasana, rasa, sifat dan iklim yang dirasakan oleh seluruh orang. Kultur sekolah merupakan kultur organisasi dalam konteks persekolahan, sehingga kultur sekolah kurang lebih sama dengan kultur organisasi pendidikan. Kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai-nilai sebuah sekolah. Biasanya kultur sekolah ditampilkan dalam bentuk bagaimana kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja, belajar dan berhubungan satu sama lainnya sehingga menjadi tradisi sekolah.
Kebudayaan
sekolah memiliki beberapa unsur penting yakni:
1) Letak, lingkungan, dan prasarana fisik sekolah (gedung sekolah, mebelair, dan perlengakapan lainnya).
2) Kurikulum sekolah yang memuat gagasan-gagasan maupun fakta- fakta yang menjadi keseluruhan program pendidikan.
3) Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, non teaching specialist, dan tenaga kerja administrasi.
4) Nilai-nilai moral, sistem peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.
Kultur-kultur yang direkomendasikan Depdiknas untuk dikembangkan antara lain :
1. Kultur yang terkait prestasi/kualitas :
(a) semangat membaca dan mencari referensi;
(b) keterampilan siswa mengkritisi data dan memecahkan masalah hidup;
(c) kecerdasan emosional siswa;
(d) keterampilan komunikasi siswa, baik itu secara lisan maupun tertulis;
(e) kemampuan siswa untuk berpikir obyektif dan sistematis.
2. Kultur yang terkait dengan kehidupan sosial :
(a) nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan;
(b) nilai-nilai keterbukaan;
(c) nilai- nilai kejujuran;
(d) nilai-nilai semangat hidup;
(e) nilai-nilai semangat belajar;
(f) nilai-nilai menyadari diri sendiri dan keberadaan orang lain;
(g) nilai-nilai untuk menghargai orang lain;
(h) nilai-nilai persatuan dan kesatuan;
(i) nilai-nilai untuk selalu bersikap dan berprasangka positif;
(j) nilai-nilai disiplin diri;
(k) nilai-nilai tanggung jawab;
(l) nilai-nilai kebersamaan;
(m) nilai-nilai saling percaya;
(n) dan nilai-nilai yang lain sesuai kondisi sekolah (Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 25-26).
Fungsi dan Peran Kultur Sekolah
Berdasarkan pemaparan diatas mengenai kultur sekolah berikut ini dapat dikemukakan mengenai fungsi dan peran kultur sekolah, sebagai berikut:
a. Sebagai ciri khas yang dapat menjadi identitas serta citra suatu lembaga pendidikan. Dalam fungsi dan peran kultur sekolah ini dapat menjadi ciri tersendiri dari suatu sekolah yang menjdi ciri khas dan membedakan antara sekolah satu dengan yang lainnya sesuai dengan kultur yang berkembang didalam sekolah.
b. Sebagai pedoman, kultur sekolah dapat menjadi pedoman atau pandangan bagi warga sekolah dalam batasan berprilaku yang sudah disepakati dan menggenerasi dari waktu ke waktu.
c. Sebagai cara pemecahan masalah, kultur sekolah dapat menjadi sebuah keyakinan cara untuk memecahkan masalah, terbentuknya kultur sekolah tidak dapat menggunakan cara yang singkat. Untuk itu dalam hal ini kultur sekolah dapat manjadi keyakinan warga sekolah dalam memecahkan masalah menggunakan cara yang dipercayai dan dianggap benar untuk memecahkan suatu masalah.
d. Sebagai strategi, kultur sekolah dapat dijadikan sebagai strategi untuk sekolah sebagai bahan agar dapat dibanggakan ataupun sebagai nilai popularitas sekolah. Strategi ini dapat difungsikan untuk membuat kebijakan sekolah dalam mengolah sumber daya yang terdapat di seuatu lembaga pendidikan.
Sumber: https://eprints.uny.ac.id/7779/3/BAB%202%20-%2008110241018.pdf
https://core.ac.uk/download/pdf/33527128.pdf
Komentar
Posting Komentar