MANAJEMEN KELAS

Nama: Mauliza dhea

Kelas: PAI 4A

Nim: 11901085

 

MANAJEMEN KELAS

 

1. Pengertian manajemen

    Secara umum, manajemen adalah suatu proses di mana seseorang dapat mengatur segala sesuatu yang dikerjakan oleh individu atau kelompok. Manajemen perlu dilakukan guna mencapai tujuan atau target dari individu ataupun kelompok tersebut secara kooperatif menggunakan sumber daya yang tersedia.

 

    Dari pengertian tersebut, ilmu manajemen dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mengatur sesuatu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Sebetulnya, hal ini sudah sering terjadi di kehidupan nyata. Setiap orang juga pasti pernah mempraktikkan ilmu manajemen secara tidak langsung setiap harinya.

 

    Selain itu, manajemen juga dapat diartikan menurut etimologinya. Manajemen berarti sebagai seni mengatur dan melaksanakan, berdasarkan Bahasa Prancis kuno. Manajemen juga dapat diartikan sebagai usaha perencanaan, koordinasi, serta pengaturan sumber daya yang ada demi mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

 

    Dengan menerapkan ilmu manajemen, diharapkan sesuatu yang sedang dikerjakan dapat selesai tepat waktu dan tanpa ada hal yang menjadi sia-sia. Tujuan tercapai karena terorganisir secara baik. 

    

    Mary Parker Follet, manajemen adalah seni dalam menyelesaikan tugas melalui perantara. Dalam hal ini, manajemen dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang manager untuk mengarahkan bawahan atau orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya sebuah tujuan. 

 

    George Robert Terry, yang mengartikan manajemen sebagai proses khas dari beberapa tindakan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Seluruh tindakan tersebut bertujuan mencapai target dengan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia.

 

    Menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah proses perencanaan, organisasi, koordinasi, dan kontrol pada sumber daya agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Efektif di sini maksudnya tujuan tercapai sesuai rencana, dan efisien berarti bahwa manajemen dilakukan secara cermat, terorganisir, dan tepat waktu.

 

    Lawrence A. Appley mengartikan manajemen sebagai keahlian dalam membangkitkan orang lain agar bersedia melakukan sesuatu. Tak harus seseorang, keahlian manajemen juga dapat dimiliki oleh organisasi maupun kelompok.

 

    Hilman berpendapat bahwa manajemen merupakan fungsi untuk mencapai suatu target melalui perantara, serta melakukan pengawasan. Dengan begitu, tujuan dapat tercapai bersama.

 

            Imron (2003:4-5) menegaskan beberapa unsur yang terdapat dalam pengertian manajemen, yaitu:

  1. adanya suatu proses,  hal  ini  menunjukkan  bahwa ada tahapan tertentu yang harus dilakukan jika seseorang melakukan kegiatan manajemen;
  2. adanya penataan, berarti makna  manajemen  sesungguhnya adalah penataan, pengelolaan, dan pengaturan;
  3. terdapatnya sumber-sumber potensial yang harus dilibatkan, baik sumber manusia dan nonmanusia, namun lebih menekankan pelibatan sumber potensial yang bersifat manusia, sebab terlibat dan tertatanya sumber-sumber potensial yang bersifat manusiawi, akan dengan sendirinya menjadikan tertatanya sumber potensial yang bersifat nonmanusia;
  4. adanya tujuan yang hendak tercapai, karena pelibatan sumber potensial yang bersifat manusia dan nonmanusia  tersebut  bukan  merupakan tujuan, melainkan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan dan misi tertentu; dan
  5. pencapaian tujuan tersebut diupayakan agar secara efektif dan efisien.

 

    Dari beberapa pendapat para ahli mengenai ilmu manajemen tersebut, pengertian manajemen tidak jauh dari usaha untuk mencapai sebuah tujuan dengan cara mengelola dan mengawasi. Dari penjelasan para ahli tersebut, Anda tentu sudah memahami pengertian dari ilmu manajemen. 

 

2. Pengertian Kelas

    Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai kesatuan diorganisir menjadi unit kerja secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar-mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.

 

pengertian luas dari kelas adalah semua tempat yang dapat digunakan dan/atau diakses oleh guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Sehingga kelas memiliki cakupan yang  luas, di mana ada interaksi guru dan siswa terkait membahas ilmu pengetahuan, maka tempat tersebut dapat disebut dengan kelas. Seiring dengan perkembangan teknologi, wahana untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pun semakin kompleks dan canggih. Pembelajaran tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun dapat dilakukan tanpa tatap muka, seperti pembelajaran dengan sistem e- learning.

  

 Bagi guru maupun siswa ruang kelas adalah tempat mereka bekerja. Sehingga ruang kelas yang rapi dan menarik dapat memberi dampak yang positif bagi guru dan siswa yang sedang bekerja. Ruang kelas yang bersih, nyaman, rapi, dan menarik, menjadi tempat kerja yang menyenangkan, sehingga mampu memaksimalkan produktivitas kerja.

 

    Secara sempit dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kelas berarti “ruang tempat belajar di madrasah” (2005, hal. 529). Namun, “kelas bukan wujud ruangan tetapi sekelompok peserta didik yang sedang belajar, kelompok orang yang sedang belajar dapat kerja di laboratorium, lapangan olahraga, workshop dan lain-lain” (Aqib 2006, hal. 12). 

 

    Senada dengan itu, Rusydie (2011, hal. 25) menyatakan kelas adalah “suatu kelompok manusia yang akan melakukan kegiatan belajar bersama dengan mendapat pengajaran dari seorang guru”. Sebagaimana pengamat yang lain mengartikan istilah kelas dalam dua pemaknaan. 

 

Arikunto (1988) berpendapat bahwa kelas adalah sekelompok peserta didik yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa jika ada sekelompok peserta didik yang pada waktu bersamaan  menerima pelajaran yang sama dari guru yang berbeda, jelas itu tidak dapat disebut kelas. Berdasarkan paparan tersebut diketahui bahwa kelas  merupakan  sekelompok  siswa yang diajar secara bersama-sama atau suatu lokasi di mana kelompok itu menjalankan aktivitas proses pembelajaran pada waktu dan tempat yang dikondisikan secara formal. Kelas adalah sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.

Nawawi yang mengartikan kelas sebagai suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah sebagai satu kesatuan diorganisasikan menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar-mengajar yang kreatif untuk mencapai tujuan (Rohmad, 2009:69). Sedangkan Wiyani (2013:52) mengartikan kelas sebagai unit kerja terkecil di sekolah yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan belajar-mengajar. Sebagai suatu unit kerja terkecil di sekolah, di dalam suatu kelas terdiri dari sekelompok peserta didik dan berbagai sarana prasarana belajar. Sekelompok peserta didik tersebut tentu tidaklah homogen, tetapi heterogen, mulai dari perbedaan jenis kelamin, tinggi badan, usia, tingkat intelegensi, bakat, minat, hingga perbedaan    tipe belajar.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat diketahui pada hakikatnya kelas adalah merupakan kumpulan individu yang memiliki karakteristik berbeda- beda dan merupakan wahana paling dominan bagi terselenggaranya proses pembelajaran bagi siswa. Kedudukan kelas yang demikian penting, mengisyaratkan bahwa agar proses pendidikan dan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien, maka dibutuhkan guru yang profesional dalam melakukan pengelolaan kelas melalui pendekatan manajemen kelas.

 

 

3. Manajemen Kelas

    Manajemen kelas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005, hal. 708) adalah “manajemen untuk mencapai tujuan pengajaran di kelas”. Agar kelas teratur, maka perlu dimanage atau perlunya manajemen kelas. Manajemen kelas (Padmono 2011, hal. 12) adalah “upaya yang dilakukan penanggung-jawab kegiatan belajar mengajar agar dicapai kondisi optimal sehingga belajar mengajar berjalan seperti yang diharapkan. Pengelolaan tersebut meliputi penyelenggaraan, pengurusan, dan ketatalaksanaan dalam menyelenggarakan kelasnya”. Dengan batasan tersebut, maka batasan lebih bersifat luwes.

 

    Manajemen sebagai suatu sistem mengandung komponen-komponen masukan, proses dan keluaran yang masing-masing tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan faktor manusia, bahkan keberhasilan manajemen itu sendiri sangat bergantung pada sumber daya manusia pelaksananya.

    Manajemen kelas ialah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat untuk kepentingan belajar kelas itu agar hasil belajar yang optimal dapat dicapai. Sumber-sumber pendidikan yang dimaksud ialah orang-orang yang membantu para siswa belajar seperti instruktur, dan sebagainya, materi pelajaran, media belajar, lingkungan belajar, sarana atau fasilitas belajar, dan informasi yang bertalian dengan kelas itu. Sumber-sumber inilah yang dicari dan dipadukan untuk kepentingan kelas itu (Pidarta 1990, hal. 5).

 

    manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Hal tersebut akan terjadi bila kita lebih dahulu menciptakan kebaikan agar untuk mendapatkan kebaikan dari apa yang telah kita lakukan. Sebab, tidak menutup kemungkinan apa kita lakukan dengan terbaik akan berdampak baik terhadap apa yang akan kita lakukan.

 

    Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat ar-Rahman ayat 60

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.

     Suatu keterampilan bertindak seorang guru yang didasarkan kepada pengertian tentang sifat-sifat kelas dan kekuatan yang mendorong mereka bertindak. Guru ini berusaha memahami dan mendiagnosa situasi kelas, kemudian bertindak selektif serta kreatif untuk memperbaiki kondisi, sehingga dapat diciptakan situasi belajar mengajar yang baik

4. Tujuan Manajemen Kelas

 

            Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umu tujuan pengelolaan kelas dalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa “Djamarah dan Zain, 2010:178”.

 Manajemen kelas adalah adalah usaha sadar untuk  mengatur  kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu meliputi penyiapan  bahan ajar, penyediaan sarana dan alat peraga atau media pembelajaran, mengatur ruang belajar, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru dalam melaksanakan pengelolaan kelas harus memahami kegiatan dalam manajemen kelas atau aspek-aspek manajemen kelas. Manajemen kelas yang dilakukan guru bukan tanpa ada tujuan. Karena ada tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas, walaupun terkadang kelelahan fisik maupun pikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas dengan baik, akan berdampak pada terhambatnya kegiatan belajar mengajarnya.

Hal seperti itu sama saja membiarkan jalannya pengajaran tanpa membawa hasil, yaitu adanya perubahan tingkah laku peserta didik yang menjadi lebih baik perilakunya, mengantarkan peserta didik dari tidak tahu menjadi  tahu,  dari mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu menjadi berilmu. Tentu tidak perlu diragukan bahwa setiap kali masuk kelas,  guru  selalu  melaksanakan tugasnya mengelola kelas. Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang  baik. Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang  memungkinkan  siswa  berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai.

Tujuan manajemen kelas adalah penyedia fasilitas bagi berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap apresiasi pada siswa. Arikunto (1988:68) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajar secara efektif dan efesien.

Jika mengacu pada pengertian manajemen kelas, maka tujuan manajemen kelas adalah menciptakan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan  efektif.  Beberapa  pengertian  manajemen kelas, seperti yang telah dipaparkan pada Subbab Pengertian Manajemen Kelas di atas, dapat diketahui pengertian berdasarkan konsep lama, berdasarkan konsep modern, dan berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu.

Manajemen kelas menurut konsepsi lama diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Guru menurut konsepsi lama bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual (Johnson dan Bany, 1970). Sedangkan manajemen kelas menurut konsepsi modern adalah proses seleksi  yang  menggunakan  alat  yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas.


 

Sumber: 

http://repository.radenfatah.ac.id/5626/3/revisi%20bab%202.pdf

http://makalahpendidikan-sudirman.blogspot.com/2015/05/pengelolaan-kelas.html

https://www.cermati.com/artikel/manajemen-pengertian-manajemen-fungsi-dan-jenis-keilmuan-yang-harus-kamu-tahu

https://www.dosenpendidikan.co.id/manajemen-kelas/

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perangkat Pembelajaran

Kultur Sekolah

KURIKULUM